Pestisida Patent vs Generik (Off Patent)

Apa sih sebenarnya perbedaan antara produk patent dan Generik (off patent)? 

Dalam industri pestisida Perusahaan Perusahaan yang memiliki sarana dan anggaran penelitian berusaha terus menemukan, mendaftarkan dan menjual produk/bahan aktif baru sebagai Upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Perusahaan di bandingkan pemain yang lain.  Pemerintah masing masing negara umumnya memberikan perlindungan paten kepada Perusahaan untuk dapat menjual secara ekslusif dalam periode tertentu (umumnya 15—20 tahun tergantung kebijakan masing masing negara).  Dan setelah periode perlindugan tersebut berakhir maka Perusahaan lain boleh memproduksi dan menjual dengan bahan aktif yang sama atau dengan kata lain product tersebut sudah memasuki periode off patent/post patent dan menjadi generik. Dimana bahan aktif yang sama akan di jual oleh banyak Perusahaan.

Dalam proses menemukan dan mengkomersialisasikan produk patent Perusahaan biasanya menginvestasikan waktu dan uang yang sangat besar.  Menurut study Crop life International (2024) rata rata biaya untuk menemukan dan mengkomersialkan bahan aktif baru membutuhkan biaya $250—300 Juta (Rp. 3.2—5 Triliun – kurs Rp 16.800/1 $) dan membutuhkan waktu rata-rata 12 tahun.  Proses tersebut meliputi Chemical Screening sampai dengan Commercial Registration untuk dapat di perjual belikan di setiap negara :

Dengan investasi sebesar dan selama tersebut perusahaan berharap akan mendapatkan produk yang dapat di terima pasar dan mendapatkan keuntungan yang baik secepat mungkin untuk dapat menutup biaya pengembangan sehingga perusahaan umumnya mengimplementasikan strategi harga premium sampai saat periode paten berakhir dan pemain generik akan masuk pasar dengan harga yang sangat murah.  Berdasarkan data historical produk generic umumnya akan memberikan diskon harga antara 50—80% dari harga produk paten. Dan secara umum produk generik di produksi oleh produsen produsen bahan aktif di China dan India yang memiliki keunggulan kompetitif dalam hal biaya produksi dan dukungan regulasi dari pemerintah.

Kenapa produk Pestisida patent menjadi penting

Pengembangan produk bahan aktif baru tidak lepas kaitannya dengan perubahan permintaan pasar dampak dari resistensi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan juga peningkatan standard keamanan pangan yang di inginkan oleh masing masing negara.  Dalam kondisi pestisida sudah menjadi generik biasanya petani cenderung menggunakan pestisida dengan dosis yang lebih tinggi untuk meningkatkan efikasi (daya kendali) dan juga karena secara ekonomi produk generik menjadi sangat murah oleh karena itu meskipun dosis di tingkatkan beberapa kali dari dosis anjuran normal masih tetap ekonomis secara usaha tani hal tersebut memberikan dampak negatif dalam mempercepat proses resistensi dan juga berdampak pada peningkatan residu pestisida pada bahan pangan yang pada akhirnya akan membahayakan konsumen akhir bahan pangan.  Contoh perbandingan dosis/konsentrasi 2 insektisida patent (oxazosulfyl – Sumitomo Chemical) dan Imidakloprid (Generik)terhadap hama wereng coklat :

    Imidacloprid yang sudah di daftarkan patentnya oleh Nihon Noyaku (1986) dan mendapatkan izin edar pada tahun 1994 dan di kembangkan secara luas oleh Bayer menjadi insektisida yang paling banyak di gunakan untuk mengendalikan hama penghisap dan menjadi generik sekitar tahun 2006 menunjukkan resistensi pada hama utama.  Berdasarkan studi ini menunjukkan perbandingan resistensi wereng coklat yang sangat tinggi di bandingkan bahan aktif baru (Oxazosulfyl) 

Peran Penting Pestisida Generik

Keberadaan pestisida generic menjadi sangat penting dalam produksi pertanian dunia terutama untuk negara negara berkembang yang memiliki keterbatasan dalam harga penjualan hasil produksi pertanian yang rendah terutama untuk komoditas yang mengandalkan pasar domestic sebagai pasar utama.

Dengan keberadaan produk generik akan memberikan penurunan harga 50—80% di bandingkan produk paten maka biaya akan memberikan pengurangan biaya dalam pembelian pestisida yang sangat signifikan.  Sebagai contoh trend harga Glufosinat setelah menjadi generik dan kapasitas produksi meningkat sudah turun hampir 80% sehingga petani di seluruh dunia termasuk Indonesia

 Sumber.  Agrobusiness Global

Dan pada saat yang sama dampak penurunan harga tersebut meningkatkan tren penggunaan herbisida glufosinat di dunia

Meletakan Pestisida Paten vs Generik secara berimbang

Pada akhirnya kita harus melihat secara seimbang peran antara pestisida paten dan generik agar berjalan beriringan dan saling melengkapi.  Pestisida generik di gunakan untuk menekan biaya produksi pertanian dan harus di gunakan sebijak mungkin untuk mendapatkan manfaat ekonomi sebaik baiknya dengan management yang baik untuk mengurangi kecepatan laju resistensi terhadap pestisida generic yang ada dan masih di gunakan secara luas.

Sementara kita sangat mengandalkan peranan Perusahaan Perusahaan dengan kemampuan finansial yang besar untuk dapat mengembangkan produk produk inovatif yang terutama dapat mengatasi permasalahan resistensi OPT yang terjadi untuk memastikan produksi pangan yang berkelanjutan   

Dan terakhir tidak kalah pentingnya peranan pemerintah dalam meregulasi dan terus mengevaluasi secara seimbang tentang keberadaan pestisida patent dan generik agar kita semua mendapatkan manfaat ekonomi yang maksimal dan pada saat yang sama tetap memperhatikan aspek keamanan terhadap konsumen agar pestisida benar benar menjadi sektor yang dapat mendukung produksi pangan yang berkelanjutan.

Daftar Bahan aktif Pestisida yang habis dan akan habis masa patennya (2024—2028)

Bahan AktifKategoriTahun Habis PatenPemilik
ChlorantriniproleInsektisida2024FMC/Dupont
FlubendiamideInsektisida2024Bayer
FluopicolideFungisida2024Bayer
FluopyramFungisida2024Bayer
PenflufenFungisida2024Bayer
PenthiopyradInsektisida2024Corteva
PyriofenoneFungisida2024ISK
PyroxsulamHerbisida2024Corteva
SaflufenacilHerbisida2024BASF
SedaxaneFungisida2024Syngenta
ThiencarbazoneHerbisida2024Bayer
ValifenalateFungisida2024ISK
CyantratiniproleInsektisida2026FMC
PinoxadenHerbisida2026Syngenta
SulfoxaflorHerbisida2027Corteva
BenzovindiflupyrFungisida2028Syngenta

Sumber  :  Media Agropages  

Kembali ke berita lainnya
Home
News
Majalah
Chat